Kemenkes Perluas Skrining Terpadu TBC, Sasar 100 Puskesmas di Delapan Provinsi

- Pewarta

Minggu, 9 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meninjau fasilitas skrining TBC di Puskesmas Sidoarjo, Jawa Timur, Minggu (9/11/2025). Program layanan terpadu ini akan diperluas ke 100 puskesmas di delapan provinsi berisiko tinggi. (wawasannews)

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meninjau fasilitas skrining TBC di Puskesmas Sidoarjo, Jawa Timur, Minggu (9/11/2025). Program layanan terpadu ini akan diperluas ke 100 puskesmas di delapan provinsi berisiko tinggi. (wawasannews)

SIDOARJO, Wawasannews – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) segera memperluas program layanan skrining terpadu tuberkulosis (TBC) guna mempercepat deteksi dini dan mencegah penyebaran penyakit mematikan tersebut.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan, program skrining terpadu ini saat ini telah berjalan di delapan puskesmas sebagai proyek percontohan di beberapa daerah, seperti Bandung, Bogor, dan Semarang.

“Hingga akhir tahun ini, kami akan memperluas ke 100 puskesmas di delapan provinsi,” kata Budi saat meninjau fasilitas kesehatan di Sidoarjo, Jawa Timur, Minggu (9/11/2025).

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Program ini mencakup rontgen dada, pemeriksaan laboratorium non-POCT (non-Point of Care Testing), dan penyediaan alat Tes Cepat Molekuler (TCM) yang rencananya akan diterapkan secara nasional pada tahun 2026.

Baca Juga  Sinergi Kemen PPPA dan DKI Jakarta: RBI Rawa Buaya Perkuat Pemberdayaan Perempuan dan Anak

Budi menyebut delapan provinsi dengan jumlah kasus TBC tertinggi menjadi prioritas perluasan program, yaitu:

  • Jawa Barat (234.380 kasus),

  • Jawa Timur (116.538 kasus),

  • Jawa Tengah (107.488 kasus),

  • Sumatera Utara (74.297 kasus),

  • DKI Jakarta (70.258 kasus),

  • Banten (50.298 kasus),

  • Sulawesi Selatan (45.472 kasus), dan

  • Nusa Tenggara Timur (17.928 kasus).

Menurut Budi, pemilihan puskesmas sebagai basis layanan skrining dinilai lebih efektif karena lebih dekat dengan masyarakat dibanding rumah sakit umum daerah. “Dengan pendekatan ini, masyarakat bisa lebih mudah menjangkau layanan untuk deteksi dini penularan,” jelasnya.

Ia menambahkan, penanganan TBC merupakan salah satu dari tiga program percepatan bidang kesehatan Presiden Prabowo Subianto, mengingat penyakit ini diprediksi masih berpotensi menyebabkan 125 ribu kematian pada 2025 jika tidak tertangani dengan baik.

Baca Juga  Tiga Pilar Kendal Satukan Tekad Jaga Daerah Tetap Kondusif

Budi juga menekankan pentingnya alat TCM karena mampu mendeteksi bakteri TBC secara cepat dan akurat melalui metode usap (swab) tanpa perlu pengambilan dahak. “Jika fase pendeteksian bisa dilakukan lebih dini, penyembuhan pasien akan lebih cepat karena obat TBC juga sudah tersedia,” tegasnya. (ucl)

Berita Terkait

Kenaikan Tarif Layanan Kesehatan di Kendal, DPRD Tekankan Check and Balance
Di Tengah Banjir Kudus, Tawa Anak-Anak Pecah Jadikan Genangan Arena Bermain
KPK: Yaqut Ditetapkan Tersangka akibat Pembagian Kuota Haji Melanggar Aturan
Presiden Prabowo Resmikan 166 Sekolah Rakyat di 34 Provinsi dari Banjarbaru
Kholid Abdillah Gandeng Fatayat NU Kendal, Dorong Perempuan Aktif Kawal Kebijakan Publik
Mensos Tegaskan Keterbukaan Data Bansos demi Penyaluran yang Tepat Sasaran
TNI AU Perkuat Distribusi Logistik untuk Korban Banjir di Sumatra
Kapolres Kendal Tinjau Produksi dan Distribusi Makanan Bergizi Gratis di Brangsong

Berita Terkait

Selasa, 13 Januari 2026 - 16:11

Kenaikan Tarif Layanan Kesehatan di Kendal, DPRD Tekankan Check and Balance

Selasa, 13 Januari 2026 - 12:23

Di Tengah Banjir Kudus, Tawa Anak-Anak Pecah Jadikan Genangan Arena Bermain

Senin, 12 Januari 2026 - 13:32

KPK: Yaqut Ditetapkan Tersangka akibat Pembagian Kuota Haji Melanggar Aturan

Senin, 12 Januari 2026 - 13:05

Presiden Prabowo Resmikan 166 Sekolah Rakyat di 34 Provinsi dari Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 - 12:58

Kholid Abdillah Gandeng Fatayat NU Kendal, Dorong Perempuan Aktif Kawal Kebijakan Publik

Berita Terbaru