KENDAL, Wawasannews.com – Perkembangan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Kendal terus menunjukkan tren positif. Hingga 22 Februari 2026, sebanyak 101 unit SPPG tercatat telah mengantongi sertifikat Standar Laik Higiene dan Sanitasi (SLHS), sebagai indikator penting dalam menjamin mutu serta keamanan layanan pemenuhan gizi bagi masyarakat.
Koordinator SPPG Kendal, M. Faris Maulana, menyampaikan bahwa capaian tersebut menjadi bukti semakin tertatanya sistem pengelolaan SPPG di daerah. Sertifikasi SLHS, menurutnya, memastikan setiap unit memenuhi standar kebersihan dan sanitasi yang ditetapkan.
“Alhamdulillah, sampai hari ini sudah ada 101 SPPG di Kabupaten Kendal yang resmi mengantongi sertifikat SLHS,” ujar Faris saat dikonfirmasi, Minggu (22/2/2026).
ADVERTISEMENT
.SCROLL TO RESUME CONTENT
Tak hanya dari sisi jumlah, tingkat operasional SPPG juga terus meningkat. Dari total 101 unit bersertifikat SLHS, 96 SPPG telah aktif beroperasi dan melayani masyarakat di berbagai wilayah Kabupaten Kendal. Sementara itu, secara keseluruhan, 104 unit SPPG telah memiliki kepala atau penanggung jawab, sebagai bagian dari kesiapan operasional.
“Kuota SPPG di Kabupaten Kendal sebenarnya mencapai 155 unit. Saat ini, 104 unit sudah memiliki kepala, 96 unit sudah beroperasi, dan sisanya masih dalam tahap persiapan,” jelas Faris.
Terkait sertifikasi halal, Faris mengungkapkan bahwa sebagian SPPG di Kendal telah lebih dahulu mengantonginya. Proses tersebut mendapat dukungan dari Badan Gizi Nasional (BGN) melalui pelatihan sertifikasi halal yang diberikan secara bertahap kepada para pengelola SPPG.
Meski demikian, BGN juga memberikan fleksibilitas kepada SPPG maupun mitra pengelola untuk mengajukan sertifikasi halal secara mandiri. Kebijakan ini diharapkan mampu mempercepat pemenuhan standar layanan sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap program pemenuhan gizi.
Dengan progres yang terus meningkat, Faris berharap SPPG di Kabupaten Kendal dapat menjadi tulang punggung pemenuhan gizi masyarakat secara berkelanjutan, merata, dan berkualitas. Terlebih, program ini dinilai strategis dalam mendukung pemenuhan gizi bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan ibu hamil, demi mewujudkan generasi yang sehat dan berkualitas.
Pewarta : Fuad dwi
Editor : zidnal Muna








