KENDAL, Wawasannews.com – Aktivitas pelayanan di Kantor UPPD (Samsat) Kendal terdampak genangan banjir yang merendam area perkantoran sejak Sabtu (17/1/2026) dini hari. Hingga Minggu (18/1/2026), air masih menggenangi kantor yang berlokasi di Kelurahan Karangsari, Kecamatan Kendal, meskipun pelayanan pada hari tersebut memang libur.
Genangan air mulai masuk ke area kantor sejak sekitar pukul 05.00 WIB. Dalam hitungan jam, ketinggian air meningkat hingga mencapai lutut orang dewasa dan menutup hampir seluruh ruang layanan administrasi kendaraan bermotor. Kondisi tersebut membuat seluruh layanan kesamsatan pada Sabtu terpaksa dihentikan demi keamanan dan keselamatan petugas maupun masyarakat.
Kepala UPPD (Samsat) Kendal, Bambang Haryanto, mengatakan bahwa pihaknya terus memantau perkembangan kondisi di lapangan. Ia memastikan, layanan akan kembali dibuka pada Senin (19/1/2026) dengan menyesuaikan situasi banjir yang ada.
ADVERTISEMENT
.SCROLL TO RESUME CONTENT
“Jika genangan masih terjadi, kami akan menerapkan kebijakan atau diskresi khusus, terutama untuk layanan pajak kendaraan bermotor lima tahunan, agar wajib pajak tidak dirugikan dan tidak dikenakan denda keterlambatan akibat gangguan pelayanan,” ujarnya.
Meski kantor utama terendam, Bambang menegaskan bahwa pelayanan pajak kendaraan bermotor satu tahunan tetap berjalan melalui layanan Samsat Keliling yang dioperasikan di seberang Jalan Kantor Samsat Kendal. Langkah ini diambil untuk memastikan masyarakat tetap mendapatkan akses pelayanan di tengah kondisi darurat.
Sementara itu, Kasi Kedaruratan BPBD Kabupaten Kendal, Iwan Sulistyo, menjelaskan bahwa banjir terjadi akibat limpasan Sungai Kendal. Debit air meningkat karena dorongan dari Sungai Penut di Kecamatan Pegandon dan Sungai Bedo di Kecamatan Ngampel yang bertemu di Sungai Kendal, tepatnya di wilayah Trompo bagian atas sebelum Bendung Trompo.
“Hujan dengan intensitas tinggi di wilayah hulu menyebabkan debit sungai naik signifikan dan meluap ke sejumlah wilayah,” jelasnya.
Selain Kelurahan Karangsari, BPBD mencatat genangan air juga masih terjadi di Kelurahan Ketapang, Trompo, Candiroto, serta beberapa desa di sepanjang aliran Sungai Penut dan Sungai Bedo. Pemerintah daerah bersama instansi terkait terus melakukan pemantauan dan penanganan untuk meminimalkan dampak banjir terhadap aktivitas masyarakat. (zdl)








