KENDAL, Wawasannews.com – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kabupaten Kendal hampir seharian penuh memicu meluapnya Sungai Kendal dan menyebabkan banjir di sejumlah wilayah perkotaan, Kamis (15/1/2026). Luapan air sungai berdampak pada kawasan permukiman padat penduduk, fasilitas pendidikan, hingga layanan kesehatan, dengan ketinggian genangan mencapai sekitar 70 sentimeter di titik-titik terparah.
Wilayah yang terdampak signifikan berada di Kelurahan Pegulon dan Patukangan. Permukiman yang berada di sepanjang bantaran Sungai Kendal ini terendam air setinggi lutut orang dewasa, sehingga aktivitas warga terganggu dan sebagian perabot rumah tangga mengalami kerusakan. Warga setempat menyebut kawasan tersebut memang kerap menjadi titik rawan banjir saat hujan deras berkepanjangan.
Luapan Sungai Kendal mulai terjadi sejak Rabu malam setelah hujan turun sejak siang hingga Kamis dini hari. Peningkatan debit air yang cepat membuat aliran sungai tidak tertampung dan meluber ke lingkungan sekitar. Kondisi ini mempertegas perlunya pengelolaan daerah aliran sungai (DAS) secara terpadu agar risiko banjir dapat ditekan.
ADVERTISEMENT
.SCROLL TO RESUME CONTENT
“Setiap hujan deras kami selalu waswas. Air cepat masuk ke rumah,” ujar Sunarti, warga Kelurahan Pegulon, menggambarkan situasi yang kerap berulang di wilayah tersebut.
Selain rumah warga, banjir juga merendam sejumlah fasilitas umum. Rumah Sakit Darul Istiqomah di Kaliwungu dilaporkan sempat tergenang, sementara beberapa sekolah memilih meliburkan kegiatan belajar mengajar dan menerapkan pembelajaran dari rumah demi keselamatan siswa.
Genangan air juga muncul di Jalur Pantura wilayah Kota Kendal. Meski ketinggiannya relatif rendah, kondisi tersebut menyebabkan arus lalu lintas tersendat. Sejumlah pengendara roda dua memilih memutar arah untuk menghindari risiko mogok.
Secara keseluruhan, sedikitnya sembilan kelurahan yang dilalui aliran Sungai Kendal terdampak banjir. Warga berharap pemerintah daerah bersama pemangku kepentingan terkait dapat mempercepat langkah penanganan, baik jangka pendek melalui normalisasi dan pompanisasi, maupun jangka panjang dengan penguatan infrastruktur pengendali banjir dan penataan kawasan bantaran sungai. (fad)








