MANCHESTER, Wawasannews.com – Michael Carrick mencoba membangkitkan kembali optimisme para penggemar Manchester United di tengah kekecewaan mendalam yang melanda klub dalam beberapa musim terakhir. Pelatih kepala anyar Setan Merah itu menegaskan masih ada “keajaiban” di Old Trafford, meskipun performa tim menurun dan kekacauan internal kerap menjadi sorotan publik.
Carrick menjadi manajer kesepuluh Manchester United sejak Sir Alex Ferguson pensiun pada 2013, tahun terakhir klub menjuarai Liga Primer Inggris. Sejak itu, prestasi United terus merosot. Dalam 12 laga terakhir di semua kompetisi, United hanya mampu meraih tiga kemenangan. Musim lalu bahkan tercatat sebagai posisi liga terburuk dalam 51 tahun, sekaligus kegagalan tampil di kompetisi Eropa untuk pertama kalinya dalam 11 tahun.
Di luar lapangan, keresahan suporter juga semakin memuncak. Protes sebelumnya ditujukan kepada keluarga Glazer selaku pemilik klub, dan belakangan merambah ke pemegang saham minoritas Sir Jim Ratcliffe. Kelompok suporter vokal 1958 pun telah mengumumkan rencana aksi protes jelang laga kontra Fulham pada Februari mendatang.
ADVERTISEMENT
.SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun, Carrick yang menghabiskan 12 tahun penuh trofi sebagai pemain United memilih melihat sisi historis dan emosional klub. Dalam konferensi pers perdananya, ia menegaskan bahwa aura Old Trafford masih terasa kuat. Menurutnya, meski dari luar situasi terlihat suram, suasana di dalam klub tidak sepenuhnya seperti yang dibayangkan publik.
Berbeda dengan pendahulunya Ruben Amorim yang kerap melontarkan kritik keras terhadap skuad, Carrick justru menunjukkan pendekatan positif. Ia menilai para pemain memiliki sikap yang baik, mau belajar, dan berkeinginan kuat untuk memberikan yang terbaik bagi klub. Carrick menekankan pentingnya membangun budaya yang sehat, tidak hanya soal taktik dan performa di lapangan, tetapi juga cara berpikir, bertindak, dan berperilaku setiap hari.
Meski statusnya bukan pelatih sementara, melainkan pelatih kepala hingga akhir musim, Carrick mengaku belum membicarakan masa depannya bersama manajemen United setelah Mei. Fokus utamanya saat ini adalah membangun fondasi jangka panjang, menciptakan atmosfer positif di ruang ganti dan tempat latihan, serta mengembalikan Old Trafford sebagai tempat yang menakutkan bagi lawan dengan dukungan penuh suporter.
Carrick menegaskan dirinya menikmati peran tersebut dan merasa beruntung dipercaya menangani klub yang pernah membesarkan namanya. Ia berkomitmen memberikan yang terbaik, terlepas dari berapa lama kesempatan itu akan berlangsung, demi membawa Manchester United ke arah yang lebih baik.








