KENDAL, Wawasannews.com – Kerusakan jalan menuju objek wisata Pantai Ngebum, Desa Mororejo, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kendal, kembali menjadi sorotan publik setelah merenggut korban jiwa. Seorang pengendara sepeda motor dilaporkan meninggal dunia akibat terjatuh di jalan berlubang dan tertabrak bus saat melintas pada Rabu malam (4/2/2026).
Korban diketahui bernama Aldila Catur Kurniawan (28), warga Desa Purwokerto, Kecamatan Patebon. Peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 23.00 WIB di ruas jalan yang selama ini dikenal mengalami kerusakan cukup parah.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Kendal, Ipda M Heru Ardiantoro, menjelaskan bahwa kecelakaan bermula saat korban melaju dari arah Kaliwungu menuju Mororejo. Ketika hendak mendahului bus bernomor polisi AD-7046-A, korban diduga tidak menyadari adanya lubang besar di badan jalan.
ADVERTISEMENT
.SCROLL TO RESUME CONTENT
“Korban diduga kurang konsentrasi saat melakukan manuver menyalip. Di lokasi terdapat lubang cukup dalam, sehingga korban terjatuh dan kemudian tertabrak bus di belakangnya,” ujar Heru, Kamis (5/2/2026).
Menurutnya, kondisi jalan yang berlubang serta minim penerangan membuat jalur tersebut sangat berisiko, terutama pada malam hari. Selain itu, kurangnya penguasaan medan juga menjadi faktor yang memperbesar potensi kecelakaan.
Warga setempat mengungkapkan bahwa kerusakan jalan di Desa Mororejo telah dikeluhkan sejak pertengahan Januari 2026. Tingginya intensitas hujan turut memperparah kondisi, karena lubang jalan kerap tertutup genangan air sehingga sulit terlihat oleh pengendara.
Padahal, ruas jalan tersebut memiliki peran strategis bagi aktivitas masyarakat. Selain menjadi akses utama menuju kawasan wisata Pantai Ngebum, jalur ini juga digunakan ribuan pekerja yang setiap hari menuju Kawasan Industri Kendal (KIK) serta sejumlah pabrik besar di wilayah sekitar, seperti PT KLI, PT TPI, dan pabrik sepatu.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kendal, Sudaryanto, menyampaikan bahwa pihaknya telah menerima laporan terkait kondisi jalan tersebut dan berencana melakukan survei melalui UPTD Kaliwungu.
“Kami akan menindaklanjuti dengan survei lapangan. Jika administrasi pengajuan sudah lengkap, perbaikan akan segera dilakukan,” ujarnya beberapa waktu lalu.
Namun hingga terjadinya kecelakaan fatal ini, perbaikan permanen belum terealisasi. Masyarakat berharap peristiwa tersebut dapat menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk mempercepat penanganan infrastruktur demi keselamatan pengguna jalan.
“Semoga segera diperbaiki agar tidak ada korban lagi di kemudian hari,” ungkap salah satu warga.(fad)








