PALEMBANG, Wawasannews.com – Ma’had Al-Jami’ah sangat strategis memperkuat karakter mahasiswa dan meningkatkan pemahaman keagamaan yang moderat, inklusif dan toleran, dalam negara bangsa. Termasuk mahasiswa penerima beasiswa Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K).
Penegasan itu disampaikan Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (PUSPENMA) Sekretariat Jenderal Kementerian Agama Ruchman Basori, pada acara Pertemuan Orang Tua Wali dan Mahasiswa KIP-K dengan jajaran UIN Raden Fatah Palembang, pada Kamis (22/01/2026).
“Mahasiswa yang cerdas penting, tetapi tak kalah pentingnya adalah lahirnya profil mahasiswa yang berkarakter, bermoral dan berakhlak. Kita titipkan kepada para kyai dan dosen Ma’had Al-Jamiah Perguruan Tinggi,” tambah Ruchman.
ADVERTISEMENT
.SCROLL TO RESUME CONTENT
Lebih lanjut dikatakan Ruchman yang juga Alumni IAIN Walisongo ini Ma’had Al Jamiah Adalah model Islamic boarding school yang telah berumur sangat tua dalam konstruk Pendidikan, termasuk di dunia Islam, Barat dan Eropa. “Ma’had Al Jami’ah adalah kawah candradimuka menggembeleng intekeltual dan karakter calon cendekiawan untuk menjawab masa depan Indonesia”, katanya.
Ruchman mengapresiasi langkah Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama UIN Palembang, Syahril Jamil dan para Wakil Dekan III yang menggelar pembinaan mahasiswa dengan mempertemukan dengan orang tua walinya. “Kegiatan ini sangat penting dan langka sebagai ikhtiar membangun komunikasi baik antara PT-Mahasiswa dengan orang tuanya”, tegas Doktor Manajemen Pendidikan Uiniversitas Negeri Semarang.
Wakil Rektor Bidang Akademik Munir berpesan kepada mahasiswa KIP-K untuk mengembangkan perilaku mulia, hidup sederhana dan memegang etika relasi dosen-mahasiswa. “Para mahasiswa tidak boleh berprasangka butuk kepada para dosennya, karena akan menyebabkan ilmunya kurang bermanfaat”, katanya.
“Kami UIN Palembang menganggap Ma’had Al Jami’ah sangat penting, termasuk bagi mahasiswa KIP Kuliah, karena harus menjadi orang yang pintar di satu sisi dan berakhlak di sisi lainnya”, tegas Munir.

Wakil Rektor III UIN Raden Fatah Palembang, Dr. Syahril Jamil, M.A mengatakan kegiatan dirancang untuk mempertemukan Mahasiswa Penerima Kartu Indonesia Pintar Kuiah (KIP-K) yang didampingi oleh para orang tuanya dipertemukan dengan Pengelola Ma’had Al Jami’ah.
Penerima KIP-K Tahun 2025 lanjut Syahril Jamil adalah mahasiswa yang berasal dari keluarga yang kurang mampu secara ekonomi tetapi berpotensi melanjutkan studi, agar mereka menjadi manusia-mansia sebagai agen Pembangunan.
Pada tahun 2025 UIN Palembang merekrut 400 mahasiswa penerima KIP Kuliah dari bertbagai daedrah di Sumatera Selatan, Lampung, Jambi, Bengkulu dan juga daerah-daerah lainnya.
Sementara jumlah mahasiswa penerima KIP-K secara nasional pada Kementerian Agama pada tahun 2025 berjumlah 27.086 orang dan naik sedkit pada tahun 2026 menjadi 34.653 orang.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, mulai tahun anggaran 2025 pengelolaan KIP Kuliah yang semula ditangani oleh Unit Eselon I pada Kemenag sekarang dialihkan kepada PUSPENMA Setjen. Disamping Program Indonesia Pintar (PIP) pada Pendidikan Dasar dan Menengah Kegamaan.(Ulfah/Red)








