JAKARTA, Wawasannews.com – Kementerian Agama Republik Indonesia melalui Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (PUSPENMA) Sekretariat Jenderal, bekerja sama dengan Australia Awards Indonesia dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan, resmi membuka pendaftaran Beasiswa S2 Double Degree (Split-Site Master Program Cohort-10) Tahun 2026.
Program beasiswa ini memberikan kesempatan kepada peserta terpilih untuk menempuh pendidikan magister selama dua tahun, dengan skema satu tahun di Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris UIN Sunan Ampel Surabaya dan satu tahun di Teaching English to Speakers of Other Languages (TESOL) University of Canberra, Australia.
Sekretaris Jenderal Kementerian Agama, Kamaruddin Amin, menyampaikan bahwa program beasiswa gelar ganda ini merupakan pengembangan dari Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) co-funding yang diinisiasi bersama LPDP.
ADVERTISEMENT
.SCROLL TO RESUME CONTENT
“Program beasiswa master gelar ganda ini merupakan bentuk komitmen strategis terhadap kolaborasi internasional, peningkatan kualitas akademik, serta pengembangan kepemimpinan di sektor pendidikan tinggi keagamaan,” ujar Kamaruddin.
Menurutnya, melalui kemitraan dengan perguruan tinggi ternama di Australia, termasuk University of Canberra, program ini diharapkan mampu mencetak cendekiawan dan tenaga profesional yang memiliki daya saing global.
“Kami berharap keluarga besar Kementerian Agama dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk mengembangkan karier sekaligus memperkuat lembaga pendidikan keagamaan,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala PUSPENMA Kementerian Agama, Ruchman Basori, menjelaskan bahwa beasiswa ini diperuntukkan bagi pendidik, tenaga kependidikan, dosen, alumni perguruan tinggi keagamaan, serta pegawai di lingkungan Kementerian Agama.
“Program ini juga menyasar civitas akademika di bawah Ditjen Pendidikan Islam, Bimas Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, Pusat Konghucu, agar mempersiapkan diri secara optimal dalam kaderisasi guru dan dosen Bahasa Inggris,” jelas Ruchman.
Pendaftaran dibuka mulai 25 Januari hingga 15 Februari 2026 melalui laman resmi beasiswa.kemenag.go.id.
Adapun tahapan seleksi meliputi seleksi administrasi, tes bakat skolastik, wawancara oleh Kementerian Agama, serta seleksi lanjutan bersama Australia Awards Indonesia berupa tes IELTS dan wawancara khusus.
Persyaratan Pendaftaran
Peserta Beasiswa S2 Double Degree Tahun 2026 harus memenuhi sejumlah persyaratan, di antaranya:
Tenaga pendidik, tenaga kependidikan, pegawai Kemenag, atau alumni Perguruan Tinggi Keagamaan (PTK);
Berusia maksimal 40 tahun per 31 Desember 2026;
Lulusan S-1 atau D-4 dengan IPK minimal 3,00;
Belum pernah menempuh pendidikan S-2;
Memiliki sertifikat bahasa Inggris minimal IELTS 6.0 atau TOEFL ITP 500;
Memiliki surat rekomendasi dari instansi atau tokoh terkait;
Tidak sedang menerima beasiswa lain;
Menyusun motivation essay dan study plan;
Tidak sedang mendaftar sebagai ASN (CPNS/PPPK);
Menyetujui pakta integritas dan komitmen selama mengikuti program.
Melalui program ini, Kementerian Agama berharap dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang pendidikan keagamaan sekaligus memperluas jejaring akademik internasional. (Red)








