JAKARTA, Wawasannews.com – Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengajak umat Islam untuk memanfaatkan momentum bulan Rajab dan Sya’ban sebagai masa penyucian diri menjelang datangnya bulan suci Ramadan. Menurutnya, persiapan spiritual sejak dini menjadi kunci agar ibadah Ramadan dapat dijalani secara lebih optimal.
Menag menuturkan, Rajab dan Sya’ban merupakan waktu yang tepat untuk membersihkan diri, baik dari dosa maupun dari kotoran hati. Dengan demikian, ketika Ramadan tiba, energi spiritual tidak lagi terkuras untuk proses pembersihan, melainkan dapat difokuskan pada peningkatan kualitas ibadah.
“Mari kita atur energi Ramadan ini untuk naik ke puncak. Kita bersihkan diri di bulan Rajab dan Sya’ban, sehingga saat Ramadan energi kita murni digunakan untuk perjalanan spiritual ke atas,” ujar Menag saat memberikan sambutan pada Peringatan Isra Mikraj di Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu (17/1/2026).
ADVERTISEMENT
.SCROLL TO RESUME CONTENT
Menag juga mengingatkan bahwa bulan Rajab menjadi momentum yang baik untuk memperkuat silaturahmi. Ia mengajak umat Islam untuk mendatangi orang tua, kerabat, serta sesama, sekaligus saling memaafkan dengan tulus sebagai bagian dari penyucian diri.
Pada kesempatan yang sama, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi menekankan pentingnya penguatan spiritual sebagai fondasi utama, khususnya bagi perempuan dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks.
Menurut Arifah, perempuan memiliki peran strategis dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Oleh karena itu, menjaga kualitas diri, nilai moral, dan akhlak perempuan merupakan tanggung jawab bersama.
“Perempuan adalah tiang negara. Jika perempuannya rusak, maka rusak pula sebuah negara,” tegasnya.
Peringatan Isra Mikraj tersebut menjadi momentum refleksi bersama untuk memperkuat nilai spiritual, memperbaiki akhlak, serta mempersiapkan diri menyambut Ramadan dengan hati yang lebih bersih dan jiwa yang lebih kuat. (zdl)








