Hujan Deras Picu Banjir Sungai Waridin di Kendal, Warga Mengungsi

- Pewarta

Jumat, 16 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Genangan banjir yang merendam akses jalan di wilayah terdampak luapan Sungai Waridin, Kabupaten Kendal, Kamis (15/1/2026). (Istimewa/Wawasannews)

Genangan banjir yang merendam akses jalan di wilayah terdampak luapan Sungai Waridin, Kabupaten Kendal, Kamis (15/1/2026). (Istimewa/Wawasannews)

KENDAL, Wawasannews.com – Banjir bandang Sungai Waridin kembali menerjang wilayah Kecamatan Kaliwungu dan Brangsong, Kabupaten Kendal, Kamis (15/1/2026) malam. Luapan air yang datang secara tiba-tiba selepas salat Isya itu mengakibatkan ratusan rumah warga terendam, sejumlah bangunan jebol, serta menelan satu korban jiwa.

Peristiwa bermula ketika debit Sungai Waridin meningkat drastis akibat hujan deras di wilayah hulu. Air meluap deras melalui portal sungai dan langsung menggenangi permukiman warga di Desa Kumpulrejo, Kecamatan Kaliwungu. Dalam waktu singkat, ketinggian air mencapai dada orang dewasa dan bertahan lebih dari empat jam sebelum perlahan surut.

Salah satu rumah yang terdampak cukup parah adalah milik Solikin, warga RT 2 RW 1 Desa Kumpulrejo. Derasnya arus banjir menghantam rumah dan warungnya hingga menyebabkan dinding bangunan jebol. Selain itu, tanggul Sungai Waridin di sekitar lokasi tergerus sedalam sekitar 50 sentimeter dengan lebar hampir satu meter.

Baca Juga  1.215 Jamaah Haji Diberangkatkan, DPRD Kendal Lakukan Pengawasan Ketat

“Air datang sangat cepat dan deras, kejadiannya selepas Isya,” ujar Solikin saat ditemui, Jumat (16/1/2026). Ia bersama istri dan anaknya terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman demi menyelamatkan diri ketika banjir berada di puncaknya.

Di sisi barat Sungai Waridin, kondisi serupa terjadi di Desa Kebondalem, Kecamatan Brangsong. Kepala Desa Kebondalem, Bisri, menyebut sedikitnya 695 rumah warga terdampak banjir dengan ketinggian air mencapai sekitar satu meter.

“Hampir seluruh rumah warga kami tergenang. Hanya beberapa rumah baru yang lantainya sudah ditinggikan yang tidak terdampak,” kata Bisri.

Banjir di Kebondalem diperparah oleh kiriman air dari desa-desa di wilayah selatan Kendal. Sejumlah warga terpaksa mengungsi semalaman, sementara proses evakuasi dilakukan secara bertahap dengan bantuan BPBD Kendal dan personel Polres Kendal untuk memastikan keselamatan warga.

Baca Juga  Kemenkes Perluas Skrining Terpadu TBC, Sasar 100 Puskesmas di Delapan Provinsi

Di tengah upaya penanganan banjir, kabar duka datang dari Desa Kebondalem. Seorang warga dilaporkan meninggal dunia saat banjir berlangsung. Berdasarkan keterangan pemerintah desa, korban diketahui memiliki riwayat penyakit stroke.

“Saat mendengar kabar sungai meluap, korban diduga panik, terjatuh, lalu meninggal dunia. Korban memang memiliki riwayat stroke,” jelas Bisri.

Hingga Jumat pagi, genangan banjir di Desa Kumpulrejo dan Kebondalem berangsur surut. Warga mulai kembali ke rumah masing-masing untuk membersihkan sisa lumpur dan mengecek kondisi bangunan. Meski demikian, kekhawatiran akan banjir susulan masih dirasakan warga, mengingat Sungai Waridin dikenal kerap meluap saat hujan deras mengguyur kawasan hulu.

Pemerintah desa bersama instansi terkait diharapkan segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi tanggul dan aliran Sungai Waridin guna meminimalkan risiko banjir berulang, sekaligus memperkuat kesiapsiagaan warga menghadapi potensi cuaca ekstrem ke depan.(ucl)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Korban Tewas Kecelakaan Kereta Bekasi Timur Bertambah Jadi 14 Orang
92 Korban Kecelakaan KRL Bekasi Timur, 85 Selamat dan 7 Meninggal Dunia
KIP-K: Bantuan atau Investasi SDM? Refleksi Hardiknas dan Peran Strategis PDKN
Kronologi Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur, Diduga Berawal dari Kendaraan di Perlintasan
HBP ke-62, Lapas Kendal Perkuat Komitmen Pelayanan dan Pembinaan Warga Binaan
Polres Kendal Perkuat Edukasi, Sekolah Aman Jadi Prioritas
Jerez Jadi Lintasan Favorit, Alex Marquez Menang Lagi di MotoGP Spanyol 2026
Niat Berkebun Berujung Penemuan Jasad Misterius di Hutan Kendal

Berita Terkait

Selasa, 28 April 2026 - 12:35

Korban Tewas Kecelakaan Kereta Bekasi Timur Bertambah Jadi 14 Orang

Selasa, 28 April 2026 - 12:07

92 Korban Kecelakaan KRL Bekasi Timur, 85 Selamat dan 7 Meninggal Dunia

Selasa, 28 April 2026 - 11:54

KIP-K: Bantuan atau Investasi SDM? Refleksi Hardiknas dan Peran Strategis PDKN

Selasa, 28 April 2026 - 11:54

Kronologi Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur, Diduga Berawal dari Kendaraan di Perlintasan

Selasa, 28 April 2026 - 11:31

HBP ke-62, Lapas Kendal Perkuat Komitmen Pelayanan dan Pembinaan Warga Binaan

Berita Terbaru