KENDAL, Wawasannews.com – Pengurus Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Kangkung menggelar kegiatan anjangsana yang dirangkaikan dengan pelantikan Pengurus Ranting (PR) GP Ansor Desa Kangkung, Jumat malam Sabtu, 26 Desember 2025. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Masjid Besar H. Malik Ibrahim, Desa Kangkung.
Pelantikan berlangsung tertib dan khidmat dengan dihadiri pengurus ranting GP Ansor se-Kecamatan Kangkung, jajaran pembina PAC GP Ansor Kecamatan Kangkung, serta tokoh masyarakat setempat.
Prosesi pelantikan dipimpin langsung oleh Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Kangkung, Abdurohman, yang hadir mewakili Pengurus Cabang (PC) GP Ansor Kabupaten Kendal. Dalam sambutannya, Abdurohman menegaskan pentingnya peran kader Ansor dalam menjaga nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah serta memperkuat persatuan dan keutuhan bangsa.
ADVERTISEMENT
.SCROLL TO RESUME CONTENT
“Pengurus Ranting GP Ansor Desa Kangkung diharapkan mampu menjadi penggerak kegiatan kepemudaan dan sosial keagamaan di tingkat desa, sekaligus menjaga tradisi ke-NU-an dan kebersamaan masyarakat,” ujar Abdurohman.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan Mauidhotul Hasanah yang disampaikan oleh Kiai Ahmad Yusro Mubarak. Dalam tausiyahnya, ia mengajak seluruh kader GP Ansor untuk meneguhkan niat pengabdian.
“Ansor adalah wadah khidmat. Setiap langkah dan aktivitas organisasi hendaknya diniatkan sebagai pengabdian kepada agama, bangsa, dan masyarakat,” tutur Kiai Ahmad Yusro Mubarak.
Ketua Pengurus Ranting GP Ansor Desa Kangkung, Minanul Aziz menyampaikan bahwa pelantikan tersebut menjadi awal bagi kepengurusan baru untuk menjalankan amanah organisasi di tingkat desa.
“Kami siap menjalankan roda organisasi secara aktif dan bertanggung jawab sesuai dengan arahan para kiai, pengurus NU, serta bimbingan PAC GP Ansor Kecamatan Kangkung. Ke depan, kami berkomitmen menghadirkan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat,” tegasnya.
Ia menambahkan, jajaran pengurus PR GP Ansor Desa Kangkung akan menjaga kekompakan dan memperkuat peran organisasi dalam kegiatan sosial dan keagamaan di desa. (Red)








