Cak Imin: Program SMK Go Global Terbuka untuk Semua Usia

- Pewarta

Selasa, 18 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar (Cak Imin) memberikan keterangan pers di Jakarta, Selasa (18/11/2025). Ia menegaskan program SMK Go Global terbuka untuk semua usia dan akan dimulai Desember 2025. (Istimewa/Wawasannews)

Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar (Cak Imin) memberikan keterangan pers di Jakarta, Selasa (18/11/2025). Ia menegaskan program SMK Go Global terbuka untuk semua usia dan akan dimulai Desember 2025. (Istimewa/Wawasannews)

JAKARTA, WawasanNews – Koordinator (Menko) Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar menegaskan program SMK Go Global terbuka bagi semua kalangan tanpa batasan usia. Menurutnya, setiap individu memiliki kesempatan untuk berpartisipasi sesuai kemampuan dan kebutuhan pasar internasional.
“Tidak ada batasan usia, semua bisa ikut,” ujar Muhaimin Iskandar atau akrab disapa Cak Imin, di Jakarta, Selasa (18/11/2025).

Ia menjelaskan, peserta yang merupakan lulusan SMA atau SMK perlu menyesuaikan keterampilan dan latar belakang pendidikan dengan permintaan pasar global, termasuk kemampuan berbahasa asing. Pemerintah, kata Cak Imin, akan memberikan subsidi pelatihan guna meningkatkan kapasitas peserta.

Proses pelatihan akan disesuaikan dengan bidang profesi, dengan durasi antara satu hingga enam bulan.

“Kalau pelatihan di bidang hospitality cepat, dua bulan sudah selesai. Tapi untuk pekerjaan seperti welder (tukang las), bisa empat bulan,” ujarnya.

Program SMK Go Global akan dimulai Desember 2025, dengan pendanaan dari Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI). Pada tahap awal, pemerintah menargetkan 500 ribu peserta untuk diberangkatkan ke luar negeri.

Untuk tahun 2026, pemerintah berencana memberangkatkan kembali 500 ribu lulusan SMA/SMK dari berbagai jurusan. Negara tujuan utama antara lain Jepang dan Turki, yang disebut memiliki permintaan tinggi terhadap tenaga kerja terampil asal Indonesia. (ucl)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

PPP Jateng: Pemberhentian Agus Suparmanto dan Taj Yasin Berdasarkan Evaluasi Organisasi
DPRD Kendal Dorong APBD 2027 Berpihak pada Layanan Kesehatan dan Penanganan Stunting
Ngopi Bareng FKUB, Dandim Kendal Perkuat Sinergi Lintas Agama Demi Kondusivitas Wilayah
Mahfud Sodiq Ajak Pemuda Kendal Terus Berinovasi di Hari Sumpah Pemuda
DPRD Kendal Apresiasi Perjuangan Atlet Porprov, 13 Emas Diraih dalam Dua Hari
Perhutani Kucurkan Bantuan untuk Benahi Fasilitas TK Tunas Rimba 1 Mangkang
Tekan Angka Kecelakaan, Operasi Patuh Candi 2026 Resmi Dimulai Hari Ini
218 Sertipikat Tanah Dibagikan di Limbangan, Warga Kedungboto Peroleh Kepastian Hukum

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 15:21

PPP Jateng: Pemberhentian Agus Suparmanto dan Taj Yasin Berdasarkan Evaluasi Organisasi

Kamis, 29 Oktober 2026 - 15:14

DPRD Kendal Dorong APBD 2027 Berpihak pada Layanan Kesehatan dan Penanganan Stunting

Kamis, 29 Oktober 2026 - 12:32

Ngopi Bareng FKUB, Dandim Kendal Perkuat Sinergi Lintas Agama Demi Kondusivitas Wilayah

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:00

Mahfud Sodiq Ajak Pemuda Kendal Terus Berinovasi di Hari Sumpah Pemuda

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:52

DPRD Kendal Apresiasi Perjuangan Atlet Porprov, 13 Emas Diraih dalam Dua Hari

Berita Terbaru

Secret Link