Gus Yahya Luncurkan Buku “Menavigasi Perubahan NU dan Pesantren” sebagai Panduan Strategis Organisasi

- Pewarta

Sabtu, 15 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf saat memaparkan isi buku “Menavigasi Perubahan NU dan Pesantren” dalam rilis resmi yang disiarkan di Jakarta. (Istimewa/Wawasannews)

Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf saat memaparkan isi buku “Menavigasi Perubahan NU dan Pesantren” dalam rilis resmi yang disiarkan di Jakarta. (Istimewa/Wawasannews)

JAKARTA, Wawasannews – Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf menegaskan bahwa peluncuran buku “Menavigasi Perubahan NU dan Pesantren” akan menjadi panduan strategis bagi Nahdlatul Ulama (NU) dalam menentukan arah gerak organisasi di tengah dinamika keagamaan dan kebangsaan. Buku itu, menurutnya, berfungsi sebagai navigasi agar NU tidak sekadar hadir, melainkan memainkan peran strategis dalam berbagai persoalan umat.

Dalam rilis resmi yang disiarkan pada Sabtu, Gus Yahya menekankan bahwa NU harus memiliki visi yang jelas, mampu mengelola keadaan, serta bisa bertindak strategis untuk menggerakkan lingkungan demi mencapai tujuan organisasi.

“Kalau NU tidak bisa bertindak dan bergerak secara strategis, maka keberadaan NU tidak akan dianggap, wujuduhu ka adamihi. Dan itu bukan pilihan kita,” ujar Gus Yahya.

Buku setebal 337 halaman tersebut ditulis oleh 10 pakar dan aktivis NU, sebagai syarah dari dua matan tulisan Gus Yahya sendiri. Tulisan pertama berjudul “Peta Masalah Dunia Pesantren”, sementara yang kedua bertajuk “Konsolidasi, Sebuah Keharusan bagi NU”.

Dalam bukunya, Gus Yahya mengajukan tiga matra konsolidasi sebagai langkah penting agar NU mampu bergerak strategis:

  1. Konsolidasi Tata Kelola

  2. Konsolidasi Sumber Daya

  3. Konsolidasi Agenda

Konsekuensinya, PBNU menetapkan aturan bahwa setiap tindakan atas nama NU wajib mengikuti prosedur dan peraturan resmi demi menjaga integritas dan martabat organisasi.

Dalam matan tentang peta masalah pesantren, Gus Yahya menyoroti perlunya integrasi pesantren ke dalam sistem yang lebih tertata, dengan membaginya menjadi tiga klaster utama:

Ia menyebut bahwa transformasi pengelolaan pesantren harus dilakukan melalui governing system, mencakup standarisasi infrastruktur, kurikulum, SDM, serta tata kelola.

Penulis kata pengantar, Rumadi Ahmad, berharap buku ini dapat menjadi bahan diskusi di berbagai tingkatan NU, mulai dari PBNU, PWNU, PCNU hingga ranting. Menurutnya, buku ini bisa menjadi navigasi bagi NU dan pesantren dalam menghadapi berbagai perubahan besar.

“Terima kasih kepada semua pihak, khususnya para penulis syarah yang memungkinkan kita bisa melihat secara lebih jelas perubahan apa yang harus dihadapi NU dan pesantren serta bagaimana mengantisipasinya,” ujar Rumadi. (fuad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Perkuat Inklusivitas dan Isu Penguatan Partai Politik, DPW PKB Jateng Terima Kunjungan Utusan Partai Hijau Jerman
Sambut Ribuan Pelajar NU se-Indonesia, Pemkab Kendal Siap Sukseskan Kongres XXI IPNU dan XX IPPNU di Ponpes Darul Amanah
Sidak Temukan IPAL Bermasalah, Tiga SPPG di Kendal Terancam Suspend jika Mangkir Perbaikan
PKB Siapkan Rp 1 Miliar untuk Santri, Pesantren Digital hingga Sholawat Idol Jadi Andalan
Kapolda Jateng Tekankan Polisi Bersama Masyarakat Harus Dirasakan Lewat Kerja Nyata
Atasi Kekeringan dan Buka Peluang Ekonomi, Tambahsari Mulai Kembangkan Kaliringin Park
Sampel Makanan Korban Tak Tersedia, Penyebab Dugaan Keracunan MBG Batang Belum Terungkap
Laka Maut Depan PG Cepiring, Sopir Truk Box Tewas, Pengemudi Dump Truk Menghilang

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 21:24

Perkuat Inklusivitas dan Isu Penguatan Partai Politik, DPW PKB Jateng Terima Kunjungan Utusan Partai Hijau Jerman

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:10

Sambut Ribuan Pelajar NU se-Indonesia, Pemkab Kendal Siap Sukseskan Kongres XXI IPNU dan XX IPPNU di Ponpes Darul Amanah

Senin, 12 Oktober 2026 - 12:43

Sidak Temukan IPAL Bermasalah, Tiga SPPG di Kendal Terancam Suspend jika Mangkir Perbaikan

Minggu, 11 Oktober 2026 - 19:56

PKB Siapkan Rp 1 Miliar untuk Santri, Pesantren Digital hingga Sholawat Idol Jadi Andalan

Minggu, 11 Oktober 2026 - 11:23

Kapolda Jateng Tekankan Polisi Bersama Masyarakat Harus Dirasakan Lewat Kerja Nyata

Berita Terbaru

Secret Link