MUI Soroti Tarekat Menyimpang, Dorong Pemetaan Aliran Sesat untuk Jaga Ketahanan Nasional

- Pewarta

Minggu, 9 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekretaris KPPP MUI KH Ali M. Abdillah memberikan penjelasan dalam Sosialisasi Hasil Riset dan Inovasi 2025 di Kantor MUI Jakarta, Minggu (9/11/2025). MUI menegaskan pentingnya pengawasan terhadap tarekat yang dinilai menyimpang dari ajaran Islam. (wawasannews)

Sekretaris KPPP MUI KH Ali M. Abdillah memberikan penjelasan dalam Sosialisasi Hasil Riset dan Inovasi 2025 di Kantor MUI Jakarta, Minggu (9/11/2025). MUI menegaskan pentingnya pengawasan terhadap tarekat yang dinilai menyimpang dari ajaran Islam. (wawasannews)

JAKARTA, Wawasannews – Sekretaris Komisi Pengkajian, Penelitian, dan Pengembangan (KPPP) Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ali M. Abdillah menyoroti munculnya sejumlah tarekat yang dinilai menyimpang dari ajaran Islam di beberapa wilayah Indonesia. Ia menegaskan, MUI terus melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap praktik keagamaan yang keluar dari prinsip-prinsip syariat.

“Dalam SOP kami sudah dijelaskan, salah satu faktor yang membuat suatu tarekat masuk kategori menyimpang adalah ketika ajarannya tidak sesuai dengan prinsip-prinsip tarekat muktabaroh,” ujar Ali dalam kegiatan Sosialisasi Hasil Riset dan Inovasi 2025 KPPP MUI di Kantor MUI, Jakarta, Minggu (9/11/2025).

Menurut Ali, tarekat muktabaroh adalah tarekat yang tetap berpegang teguh pada Al-Qur’an, hadis, dan sunah Rasulullah SAW. Ia menyebut pengikut tarekat muktabaroh biasanya tidak menimbulkan kontroversi di masyarakat, berbeda dengan kelompok yang tidak mengikuti prinsip tersebut.

“Tarekat yang tidak berpegang pada prinsip muktabaroh kadang menimbulkan kontroversi di berbagai daerah,” jelasnya.

Ali menambahkan, MUI Pusat telah melakukan berbagai upaya mediasi terhadap tarekat yang dinilai menyimpang, termasuk salah satunya tarekat Faiz Albaqarah yang berpusat di Batam. “Kalau ada ajaran atau pemikiran dari gurunya yang bertentangan dengan syariat, kita lakukan pembinaan. Tapi kalau tetap defensif, langkah terakhir akan kita bawa ke Komisi Fatwa MUI,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal MUI Amirsyah Tambunan menekankan pentingnya percepatan pemetaan modus operandi aliran sesat di Indonesia. Menurutnya, fenomena tersebut memiliki dampak besar terhadap ketahanan nasional.

“Ketahanan nasional harus menjamin keuletan dan ketangguhan bangsa dalam menghadapi ancaman, termasuk aliran sesat yang dapat mengganggu stabilitas dan keutuhan NKRI,” kata Amirsyah. (cahya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Baja Buatan Kendal Go International, Auri Steel Bidik Pasar Australia
Saat Air Bersih Sulit Didapat, Kodim 0715/Kendal Hadir Bantu Warga Desa Kalirejo
Bukan Sekadar Senam dan Donor Darah, Ngampel Kenalkan Sistem Digital Pembinaan Desa
Dusun Sono Dibidik Jadi Kampung Sukun, Panen Ditarget 3–4 Tahun Lagi
Kendal Jadi Kabupaten Terbaik Nasional, Ini Faktor yang Dinilai Bappenas
243.543 Satlinmas di Jateng Diperkuat, Kajati Teguh Subroto Pimpin Aslinmas
Pembudidaya Ikan Kendal Butuh Dukungan Pengairan, DPRD Buka Ruang Aspirasi
Jalan Kaliwungu-Boja Ambles, Pemkab Kendal Siapkan Rp1,2 Miliar

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 14:05

Baja Buatan Kendal Go International, Auri Steel Bidik Pasar Australia

Jumat, 2 Oktober 2026 - 13:56

Saat Air Bersih Sulit Didapat, Kodim 0715/Kendal Hadir Bantu Warga Desa Kalirejo

Jumat, 2 Oktober 2026 - 08:25

Bukan Sekadar Senam dan Donor Darah, Ngampel Kenalkan Sistem Digital Pembinaan Desa

Kamis, 1 Oktober 2026 - 14:21

Dusun Sono Dibidik Jadi Kampung Sukun, Panen Ditarget 3–4 Tahun Lagi

Rabu, 30 September 2026 - 16:56

Kendal Jadi Kabupaten Terbaik Nasional, Ini Faktor yang Dinilai Bappenas

Berita Terbaru

Secret Link