SEMARANG, Wawasannews.com — Menjelang Kongres XXI Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) di Kabupaten Kendal, November 2026, Ketua PW IPNU Jawa Tengah, M. Irfan Khamid, mendorong penguatan konsolidasi pimpinan cabang se-Jawa Tengah. Ia menekankan pentingnya penyatuan visi, pembaruan gerakan, serta kontribusi Jawa Tengah dalam menentukan arah dan masa depan IPNU di tingkat nasional.
Gagasan tersebut disampaikan Irfan dalam Rapat Pimpinan Wilayah (RAPIMWIL) PW IPNU Jawa Tengah yang berlangsung di Balai Diklat Keagamaan (BDK) Kementerian Agama Semarang, pada 30–31 Oktober 2026. Mengusung tema “Konsolidasi Kepemimpinan Penggerak Peradaban”, forum ini menjadi momentum untuk memperkuat soliditas kepemimpinan sekaligus menyatukan aspirasi pimpinan cabang menjelang agenda tertinggi organisasi tersebut.
Tema tersebut menegaskan pentingnya kepemimpinan kader IPNU yang tidak hanya mampu menjaga keberlangsungan organisasi, tetapi juga memiliki visi, gagasan, dan keberanian untuk menjawab tantangan zaman. Konsolidasi dipandang sebagai langkah strategis untuk membangun kesamaan arah gerakan dan memperkuat peran IPNU dalam membentuk kualitas generasi muda.
Menurut Irfan, Kongres XXI tidak semestinya hanya dipandang sebagai agenda pergantian kepemimpinan. Lebih dari itu, kongres harus menjadi momentum untuk mengevaluasi perjalanan organisasi, merumuskan gagasan baru, dan menentukan arah perjuangan IPNU dalam menghadapi tantangan masa depan.
“Jawa Tengah harus memiliki kontribusi dan gagasan yang jelas bagi masa depan IPNU. Kita perlu merefleksikan apa yang sudah dikerjakan, memperkuat konsolidasi, serta menyatukan pandangan tentang bagaimana organisasi ini akan dibawa ke depan. Jangan sampai kita hanya sibuk dengan pergantian kepemimpinan, tetapi lupa membicarakan masa depan organisasi,” ujar Irfan.
Ia juga mengingatkan bahwa kekuatan organisasi tidak hanya terletak pada struktur kepengurusan, tetapi pada kualitas kader, soliditas gerakan, dan kemampuan menghadirkan perubahan. Karena itu, menurutnya, IPNU membutuhkan orientasi gerakan yang mampu menjawab kebutuhan generasi muda.
Sejalan dengan tema RAPIMWIL, Irfan berpandangan bahwa kepemimpinan dalam IPNU harus mampu melampaui urusan struktural dan administratif. Pemimpin organisasi dituntut menjadi penggerak yang dapat membangun kesadaran kolektif, mendorong lahirnya gagasan baru, serta menjadikan kaderisasi sebagai fondasi pembentukan generasi yang berdaya saing dan berkarakter.
Irfan juga menekankan pentingnya adaptasi terhadap perkembangan zaman. Kemajuan teknologi, perubahan sosial, dan dinamika karakter pelajar menjadi tantangan yang harus dijawab melalui pembaruan sistem kaderisasi dan program organisasi.
“IPNU harus terus berjuang menyesuaikan zaman. Kita tidak boleh menjadi organisasi yang hanya besar secara struktural, tetapi harus benar-benar hadir dan relevan dengan kebutuhan pelajar. Kita membutuhkan gerakan yang progresif, kaderisasi yang berkualitas, serta organisasi yang mampu memberikan manfaat nyata bagi generasi muda,” tegasnya.
Lebih lanjut, Irfan menekankan bahwa konsolidasi antarcabang di Jawa Tengah perlu dibangun atas dasar kesamaan visi dan tanggung jawab kolektif. Seluruh pimpinan cabang diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari dinamika organisasi, tetapi turut mengambil peran dalam merumuskan gagasan dan menentukan arah perjuangan IPNU ke depan.
Melalui RAPIMWIL bertema “Konsolidasi Kepemimpinan Penggerak Peradaban” ini, Irfan mendorong agar Jawa Tengah hadir dengan gagasan, sikap, dan kontribusi yang konstruktif dalam Kongres XXI IPNU di Kendal. Konsolidasi tersebut diharapkan menjadi pijakan untuk memperkuat persatuan organisasi sekaligus melahirkan kepemimpinan yang visioner, adaptif, dan berorientasi pada kemajuan kader.
Baginya, masa depan IPNU harus dibangun melalui kepemimpinan yang memiliki visi, keberanian melakukan pembaruan, serta komitmen menjaga kesinambungan kaderisasi. Dengan demikian, IPNU tidak hanya tumbuh sebagai organisasi pelajar, tetapi juga menjadi ruang pembentukan pemimpin muda yang mampu berkontribusi bagi masyarakat dan menjadi penggerak peradaban





