Forum Nasional di KEK Kendal, 40 Perusahaan Paparkan Kebutuhan Tenaga Kerja ke Politeknik Se-Indonesia

- Pewarta

Rabu, 23 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Workshop Kemitraan Strategis Politeknik Negeri dan Akademi Komunitas Negeri (AKN) se-Indonesia di Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu Kendal, Rabu (23/9).(Wawasannews)

Workshop Kemitraan Strategis Politeknik Negeri dan Akademi Komunitas Negeri (AKN) se-Indonesia di Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu Kendal, Rabu (23/9).(Wawasannews)

KENDAL, Wawasannews – Sekitar 40 perusahaan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal memaparkan kebutuhan kompetensi dan tenaga kerja kepada perguruan tinggi vokasi dari berbagai daerah di Indonesia. Pertemuan itu menjadi bagian dari upaya mempertemukan kebutuhan industri dengan pendidikan vokasi.

Paparan tersebut berlangsung dalam Workshop Kemitraan Strategis Politeknik Negeri dan Akademi Komunitas Negeri (AKN) se-Indonesia di Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu Kendal, Rabu (23/9).

Forum nasional itu diikuti sekitar 44 politeknik dan lima AKN. Selain perguruan tinggi vokasi, puluhan perusahaan yang beroperasi di KEK Kendal turut hadir untuk menyampaikan profil usaha, kebutuhan kompetensi, kebutuhan tenaga kerja, serta peluang kerja sama.

Perusahaan yang terlibat berasal dari sejumlah sektor industri, antara lain elektronik, energi terbarukan, peralatan medis, fashion, otomotif hingga packaging.

Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemdiktisaintek RI, Dr Beny Bandanadjaja, ST, MT, mengatakan mahasiswa perlu memperoleh pengalaman industri sejak masih menempuh pendidikan. Salah satunya melalui program magang di perusahaan.

“Tujuannya agar proses pembelajaran mahasiswa bisa lebih baik karena mahasiswa terlibat di dalam kegiatan industri. Contohnya magang. Kalau mahasiswa bisa magang di sini, dia punya pengalaman industri,” kata Beny.

Selain memberikan kesempatan magang, perusahaan juga diharapkan mengirimkan praktisi untuk terlibat dalam pembelajaran di kampus. Praktisi dapat memberikan gambaran mengenai kebutuhan tenaga kerja, budaya kerja, hingga perkembangan industri.

Menurut Beny, keterlibatan langsung industri dalam pendidikan menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan antara dunia usaha, dunia industri, dan perguruan tinggi vokasi.

Executive Director KEK Kendal, Juliani Kusumaningrum, mengatakan perkembangan kawasan industri perlu diikuti dengan pengembangan sumber daya manusia yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

“Seiring dengan perkembangan kawasan dan semakin beragamnya aktivitas industri, kebutuhan terhadap sumber daya manusia dengan kompetensi yang sesuai juga semakin luas. Karena itu, kami melihat kolaborasi dengan pendidikan vokasi sebagai bagian penting untuk memastikan kebutuhan industri dapat terhubung dengan pengembangan talenta sejak dari proses pendidikan,” ujarnya.

Kolaborasi tersebut diperkuat melalui penandatanganan MoU antara PT Kawasan Industri Kendal (KIK) dengan Politeknik Negeri dan AKN se-Indonesia serta dengan HOPE International Economic Cooperation (Wuhan) Co. Ltd.

Direktur Politeknik Negeri Semarang (Polines), Dr Garup Lambang Goro, ST, MT, mengatakan perkembangan industri dapat berlangsung lebih cepat dibandingkan perubahan di dunia pendidikan.

“Perkembangan di industri kadang-kadang lebih cepat daripada perkembangan di pendidikan. Salah satu caranya menghadapi itu adalah kerja sama agar kita bisa lebih cepat,” ujarnya.

Menurut Garup, kerja sama antara kampus dan industri tidak hanya diarahkan pada penyerapan tenaga kerja. Riset dan inovasi yang dikembangkan dosen maupun mahasiswa juga dapat diarahkan untuk mendukung kebutuhan industri.

Kemitraan yang dibahas dalam forum tersebut mencakup program magang dan praktik kerja, rekrutmen, pengembangan kurikulum berbasis kebutuhan industri, penelitian terapan, pengembangan kompetensi, serta inovasi.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Bidpropam Polda Jateng Gelar Baksos Air Bersih untuk Warga Desa Tejorejo
Belanja APBD Perubahan Kendal Naik Rp111 Miliar, DPRD Ingatkan Jangan Ada Utang Belanja
Kakek Kawal Kasus Pencabulan Cucunya Lebih Setahun, Lega Terdakwa Divonis 2 Tahun 8 Bulan
Ratusan Desa di Jawa Tengah Bersiap Pilkades 2026, Kholid: Kades Harus Jadi Pelayan dan Penggerak Desa
Gudang Rongsok di Boja Terbakar, Kerugian Capai Rp500 Juta
Tangani 129 ODGJ Berat, Kecamatan Ringinarum Launching Siaga Jiwa
Duta Pelajar dan Gelar Budaya IPPNU Kendal Jadi Ajang Tunjukkan Bakat dan Kepemimpinan
Mahfud Sodiq Apresiasi Ruang Kreativitas Pelajar Putri lewat Duta Pelajar IPPNU

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 20:51

Forum Nasional di KEK Kendal, 40 Perusahaan Paparkan Kebutuhan Tenaga Kerja ke Politeknik Se-Indonesia

Rabu, 23 September 2026 - 12:25

Bidpropam Polda Jateng Gelar Baksos Air Bersih untuk Warga Desa Tejorejo

Selasa, 22 September 2026 - 14:43

Belanja APBD Perubahan Kendal Naik Rp111 Miliar, DPRD Ingatkan Jangan Ada Utang Belanja

Selasa, 22 September 2026 - 13:28

Kakek Kawal Kasus Pencabulan Cucunya Lebih Setahun, Lega Terdakwa Divonis 2 Tahun 8 Bulan

Selasa, 22 September 2026 - 12:11

Ratusan Desa di Jawa Tengah Bersiap Pilkades 2026, Kholid: Kades Harus Jadi Pelayan dan Penggerak Desa

Berita Terbaru

Secret Link