KENDAL, Wawasannews – Desa Tambahsari, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal, mulai mengembangkan potensi desa melalui dua program sekaligus, yakni penyediaan air bersih untuk mengatasi kekeringan dan pengembangan wisata alam Kaliringin Park. Kedua upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat setempat.
Upaya pemenuhan kebutuhan air bersih dilakukan melalui pembangunan sumur bor sedalam hampir 100 meter. Fasilitas yang dibangun melalui bantuan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) PT Arlisco Elektrika Perkasa itu diharapkan membantu 150 kepala keluarga (KK) di dua dusun yang selama ini terdampak kekeringan.
Kepala Desa Tambahsari, Maryadi, mengatakan, persoalan air bersih menjadi tantangan yang terus berulang setiap musim kemarau. Selama ini, warga mengandalkan mata air pegunungan yang debitnya menurun ketika curah hujan berkurang.
“Di desa kami ada dua dusun dan 150 KK terdampak kekeringan dan kesulitan air bersih. Selama ini masih menggantungkan bantuan dari BPBD Kendal,” ungkap Maryadi saat peresmian sumur bor, Sabtu (10/10/2026).
Ia mengapresiasi bantuan perusahaan yang diharapkan dapat menjadi sumber air alternatif bagi masyarakat.
“Alhamdulillah, ada bantuan sumur bor dari PT Arlisco Elektrika Perkasa. Ini bisa membantu kebutuhan air untuk warga kami,” katanya.
Direktur PT Arlisco Elektrika Perkasa, Arief Irawanto, mengatakan, pembangunan sumur bor berawal dari informasi mengenai kesulitan air bersih yang dialami masyarakat Tambahsari. Perusahaan kemudian melakukan peninjauan langsung sebelum menetapkan lokasi penerima bantuan.
“Kami meninjau secara langsung kondisi desa sebelum menentukan pembangunan sumur bor. Ini untuk memastikan CSR yang disalurkan benar-benar tepat sasaran,” ujar Arief.
Anggaran Rp110 juta digunakan untuk pembangunan sumur bor beserta sarana pendukungnya. Kedalaman sumur yang hampir mencapai 100 meter diharapkan dapat menambah pasokan air, terutama ketika debit mata air pegunungan mengalami penurunan.
Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari yang meresmikan sumur bor mengingatkan pentingnya pengelolaan fasilitas secara bertanggung jawab agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.
“Gunakan air secara bijak dan bentuklah sistem pengelolaan yang transparan serta gotong royong agar manfaatnya merata dan adil,” pesan Dyah.
Kembangkan Wisata Kaliringin Park
Selain pembangunan sumur bor, Bupati Kendal juga meluncurkan rintisan wisata Kaliringin Park yang menawarkan aktivitas susur Sungai Kali Ringin menggunakan ban atau tubing.
Sungai dengan bebatuan alami dan panorama alam yang asri tersebut dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata di Desa Tambahsari.
Pengembangan wisata ini diharapkan mampu menarik pengunjung sekaligus membuka peluang usaha baru bagi warga. Dengan pengelolaan yang baik, aktivitas wisata berpotensi memberikan tambahan penghasilan bagi masyarakat setempat.
Pengembangan Kaliringin Park menjadi salah satu upaya untuk mengoptimalkan potensi alam desa. Sementara itu, pembangunan sumur bor diarahkan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar warga yang selama ini menghadapi kesulitan air bersih saat musim kemarau.
Melalui kedua program tersebut, Desa Tambahsari diharapkan tidak hanya memperkuat akses masyarakat terhadap air bersih, tetapi juga mengembangkan potensi wisata sebagai salah satu peluang untuk mendorong perekonomian desa.






