Empat Pekerja Tewas di Proyek Jagakarsa, Polda Metro Jaya Selidiki Penyebab Kecelakaan

- Pewarta

Sabtu, 4 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pihak kepolisian melakukan olah TKP lokasi empat pekerja yang tewas di Jalan TB Simatupang RT 02/RW 02, Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Jumat (3/4/2026). (Istimewa/Wawasannews)

Pihak kepolisian melakukan olah TKP lokasi empat pekerja yang tewas di Jalan TB Simatupang RT 02/RW 02, Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Jumat (3/4/2026). (Istimewa/Wawasannews)

JAKARTA, Wawasannews.com — Polda Metro Jaya segera melakukan penyelidikan terkait penyebab pasti peristiwa kecelakaan kerja yang menewaskan empat pekerja di proyek bangunan bertingkat di Jalan TB Simatupang RT 02/RW 02, Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Jumat (3/4/2026).

Di kutip dari antaranews.com, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, tim penyidik telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) secara mendalam serta memeriksa sejumlah saksi guna mengumpulkan bukti-bukti di lokasi kejadian.

“Tim penyidik telah melakukan olah TKP secara mendalam serta memeriksa sejumlah saksi mata guna mengumpulkan bukti-bukti primer di lokasi kejadian,” ujarnya dalam keterangan di Jakarta.

Peristiwa tersebut terjadi saat para pekerja tengah melakukan pembersihan penampungan air di area proyek. Dalam proses pengurasan, salah satu pekerja diduga terjatuh ke dalam penampungan air yang tertutup, kemudian diikuti rekan lainnya yang berusaha menolong tanpa menggunakan alat keselamatan.

“Terjadi kecelakaan kerja di proyek bangunan di Jagakarsa saat proses pengurasan penampungan air,” kata Budi.

Empat korban meninggal dunia diketahui berinisial YN (32), MW (62), TS (63), dan MF (19). Sementara tiga pekerja lainnya, yakni U (41), AJ (37), dan S (63), mengalami sesak napas dan saat ini masih menjalani perawatan medis di rumah sakit.

Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, kondisi di sekitar penampungan air saat kejadian terasa pengap dan panas, yang diduga memicu gangguan pernapasan bagi para pekerja.

“Saat evakuasi, saksi merasakan kondisi di sekitar lokasi pengap dan panas,” jelasnya.

Seluruh korban kemudian dievakuasi ke RSUD Pasar Rebo. Namun empat di antaranya dinyatakan meninggal dunia setibanya di rumah sakit, sedangkan korban selamat masih mendapatkan perawatan intensif.

Polda Metro Jaya menegaskan akan terus mengawal proses penyelidikan secara profesional untuk mengungkap penyebab pasti kejadian, termasuk mendalami kemungkinan adanya unsur kelalaian maupun kepatuhan terhadap standar keselamatan kerja di lokasi proyek.

“Selain memantau perkembangan kesehatan para korban yang tengah dirawat, kami juga melakukan penyelidikan intensif terkait unsur kelalaian maupun kepatuhan terhadap standar keselamatan kerja,” tegasnya.

Sementara itu, Polsek Jagakarsa turut mengonfirmasi kejadian tersebut, termasuk jumlah korban yang meninggal dunia dan pekerja yang mengalami sesak napas akibat diduga menghirup gas dari penampungan air.

Kapolsek Jagakarsa Kompol Nurma Dewi menyebutkan pihaknya telah melakukan pengecekan di lokasi kejadian pada Jumat sekitar pukul 12.00 WIB.

“Telah dilaksanakan pengecekan tempat kejadian perkara penemuan korban di proyek bangunan bertingkat,” ujarnya. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Gandeng Investor Singapura-India, Muhammadiyah Bangun Pabrik Obat Rp150 Miliar di Kendal
Polemik Perangkat Desa Kedunggading Potong Kabel Pengeras Suara Masjid Jadi Perhatian Kejari Kendal
Kerap Bolak-balik karena Berkas Belum Lengkap, Warga Kendal Kini Bisa Cek Syarat PBG dan SLF Online
Seragam PDU Baru TNI Diperkenalkan di HUT ke-81, Bawa Filosofi Beskap dan Kearifan Lokal
HUT ke-81 TNI, Ketua DPRD Kendal Mahfud Sodiq: TNI Penjaga Rakyat, DPRD Siap Bersinergi Kawal Pembangunan
HUT TNI ke-81, Kapolres Kendal Dorong Soliditas TNI-Polri Jaga Kamtibmas
Rogoh Rp340,86 Miliar, Jababeka Caplok 51 Persen Saham Kawasan Industri Seafer Kendal, Siapkan Pengembangan 500 Hektare
Gara-gara Tantangan Medsos, Pelajar di Kendal Terlibat Tawuran hingga Berujung Proses Hukum

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 17:54

Gandeng Investor Singapura-India, Muhammadiyah Bangun Pabrik Obat Rp150 Miliar di Kendal

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:40

Polemik Perangkat Desa Kedunggading Potong Kabel Pengeras Suara Masjid Jadi Perhatian Kejari Kendal

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:38

Kerap Bolak-balik karena Berkas Belum Lengkap, Warga Kendal Kini Bisa Cek Syarat PBG dan SLF Online

Senin, 5 Oktober 2026 - 18:32

Seragam PDU Baru TNI Diperkenalkan di HUT ke-81, Bawa Filosofi Beskap dan Kearifan Lokal

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:53

HUT TNI ke-81, Kapolres Kendal Dorong Soliditas TNI-Polri Jaga Kamtibmas

Berita Terbaru

Secret Link