PEKALONGAN, Wawasannews.com – Pemerintah Kota Pekalongan, Jawa Tengah, terus melestarikan tradisi budaya melalui gelaran Festival Balon 2026 yang diikuti sebanyak 79 peserta dari berbagai daerah. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menjaga kearifan lokal sekaligus meningkatkan keselamatan dalam tradisi penerbangan balon.
Di kutip dari antaranewsjateng.com, Kepala Bidang Pariwisata Dinas Pariwisata, Kebudayaan dan Olahraga Kota Pekalongan, Retno Purnomo, menyampaikan bahwa festival tahun ini mengusung tema “Jaga Tradisi, Jaga Langit, Jaga Kota”. Tema tersebut mencerminkan komitmen pemerintah dalam mempertahankan tradisi tanpa mengabaikan aspek keselamatan dan ketertiban.
“Melalui festival ini kami berharap tidak ada lagi balon udara yang diterbangkan secara liar, terutama yang dapat mengganggu jaringan listrik maupun jalur penerbangan,” ujarnya.
ADVERTISEMENT
.SCROLL TO RESUME CONTENT
Pelaksanaan Festival Balon 2026 dibagi dalam beberapa tahapan, yakni empat babak penyisihan dan satu babak grand final. Babak penyisihan telah digelar di Lapangan Setono dan Lapangan Sokoduwet, dengan masing-masing lokasi menghasilkan 10 tim terbaik yang berhak melaju ke tahap selanjutnya.
Sebanyak 40 tim nantinya akan berkompetisi di babak grand final yang dijadwalkan berlangsung pada 28 Maret 2026 di Stadion Hoegeng. Momentum tersebut bertepatan dengan tradisi Syawalan, sehingga diperkirakan akan menarik antusiasme masyarakat dalam jumlah besar.
Selain menjadi ajang kompetisi, grand final Festival Balon 2026 juga akan dimeriahkan dengan penampilan tim eksibisi dari Wonosobo yang siap menghadirkan atraksi balon udara yang menarik dan edukatif.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Pekalongan berharap tradisi balon udara dapat terus dilestarikan secara aman, tertib, dan menjadi daya tarik wisata budaya yang berdampak positif bagi masyarakat. (red)










